Cuplikan Chapter ini
Langit kelabu menggantung rendah di atas reruntuhan arang yang dulunya adalah sebuah rumah panggung penuh kenangan di dusun terpencil itu Bau jelaga dan abu sisa kebakaran masih pekat menusuk hidung berpadu dengan uap air hujan gerimis yang turun merintik sejak subuh mendinginkan puing-puing kayu yang kini tinggal menyisakan kerangka hitam legam Di tengah hamparan sisa-sisa bangunan yang hangus tersulut api kesumat malam tadi Arga berdiri terpaku bagai patung batu Kedua tangannya yang k