Cuplikan Chapter ini
Matahari sore di Kota Medan meredup perlahan menyisakan bias jingga tua yang memantul di kaca jendela besar ruang tamu rumah minimalis mereka Di luar deru kendaraan jalanan kota berpadu dengan suara rintik hujan gerimis yang mulai membasahi aspal menciptakan melodi sendu yang merayap masuk ke dalam ruangan Di atas meja kayu mahoni secangkir teh hijau hangat mengepulkan uap tipis yang perlahan buyar di udara menyisakan keheningan yang terasa jauh lebih berat dari biasanyaArya duduk di