Cuplikan Chapter ini
Deru angin pagi berembus pelan menyapu kabut tipis yang masih enggan beranjak dari permukaan air Danau Ranau Di kejauhan siluet Gunung Seminung berdiri megah membingkai lanskap air yang tenang bagai cermin raksasa Waktu menunjukkan pukul setengah enam pagi ketika Aris merapatkan jaket tebalnya merasakan hawa dingin yang menusuk tulang Di dermaga kayu kecil yang mulai rapuh oleh usia sebuah sampan kayu bercat biru pudar tampak beroyun-oyun kecil mengikuti ritme riak air yang datang sil