Cuplikan Chapter ini
Matahari sore baru saja merosot di balik deretan bukit kapur meninggalkan bias jingga kemerahan yang memantul di permukaan air waduk Angin lembap berembus pelan membawa aroma tanah basah dan jerami kering dari petak-petak sawah pascapanen Di sebuah beranda rumah panggung berbilah kayu jati tua yang telah menggelap dimakan usia Nurhayati duduk bersimpuh di atas tikar pandan yang permukaannya sudah mulai aus Jemarinya yang cekatan tengah merajut helai demi helai daun lontar menjadi wadah