Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi di Kota Bandar Lampung menyembulkan bias cahaya keemasan yang menembus celah dedaunan mangga di halaman rumah perbukitan menghangatkan pelataran teras tempat Arga berdiri memandangi koper-koper hitam yang berbaris rapi di dekat pintu utama Di sekelilingnya keriuhan kecil yang menyenangkan memenuhi udara pagi gelak tawa anak-anak berlarian mengejar kucing peliharaan berpadu dengan suara gemerincing peralatan dapur dari arah dalam rumah tempat Kinanti sibuk menyiapkan perbeka