Cuplikan Chapter ini
Malam merayap turun dengan jubah kepekatan yang menelan seluruh kontur perbukitan di sekitar Kampung Cempaka menyisakan kerlip bintang yang tertahan di balik gumpalan awan tipis Di atas permukaan air danau kecil yang tersembunyi di balik lebatnya rumpun bambu dan pohon-pohon waru sebuah sampan kayu kecil bergoyang perlahan mengikuti riak air yang nyaris tak bersuara Di dalam sampan itu Raden Bagaswara duduk bersila dengan punggung bersandar pada lambung perahu menatap lurus ke arah baya