Cuplikan Chapter ini
Malam merayap lambat di atas permukaan Danau Ranau membawa serta hawa dingin pegunungan yang menusuk hingga ke pori-pori kulit Di beranda sebuah rumah kayu kecil yang menghadap langsung ke arah perairan luas Aris duduk seorang diri di atas kursi goyang yang berderit pelan setiap kali ia mengayunkannya Tidak ada cahaya terang yang menemani malam itu kecuali pendar kekuningan dari lampu minyak sentir yang diletakkan di atas meja rendah di sebelah kanannya Di luar bayangan Gunung Seminung