Cuplikan Chapter ini
Mentari pagi ibu kota memantulkan bias cahaya terang di balik tirai jendela kaca apartemen sewa lantai empat yang menghadap langsung ke deretan gedung pencakar langit Jakarta Suara deru kereta rel listrik yang melintas di kejauhan berpadu dengan aroma kopi hitam yang mengepul dari cangkir keramik di atas meja dapur kecil Arya berdiri di dekat jendela memegang selembar koran cetak nasional edisi akhir pekan yang baru saja ia ambil dari lobi bawah Tatapannya terpaku pada rubrik seni dan bud