Cuplikan Chapter ini
Cahaya matahari sore menyusup lembut melalui sela-sela tirai linen berwarna putih gading di ruang keluarga rumah mereka yang asri di kawasan pinggiran kota Uap tipis mengepul dari cangkir keramik berisi teh jahe hangat yang dipegang Arya dengan kedua belah tangannya yang kini dihiasi garis-garis keriput usia senja Rambut lelaki itu telah memutih sepenuhnya di bagian pelipis namun sorot matanya masih menyuarakan ketenangan yang dalam dan jernih bagaikan air waduk di musim kemarau yang tida