Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi di ibu kota menyembul di balik gedung-gedung tinggi pencakar langit menyapukan bias cahaya keemasan yang bercampur dengan asap knalpot kendaraan bermotor yang memadati jalanan raya Di dalam sebuah kamar kos berukuran sempit di sudut kota yang sumpek Raden Bagaswara duduk termenung di tepi ranjang lipat usang menatap layar laptop tua yang menyala redup dengan tatapan kosong Waktu menunjukkan pukul delapan lewat seperempat pagi saat hiruk-pikuk aktivitas pekerja kantoran di