Cuplikan Chapter ini
Pontianak 2015Surat itu seharusnya ikut terkubur bersama perangTapi sore itu cucuku menemukannya dari balik anyaman bambu tuaKertasnya lusuh beraksara Jepang berbau lembap seperti kayu yang terlalu lama menyimpan rahasiaZalya membacanya pelanWatashi wa ikite iru toki ni jibun no inochi o seotteKimi no tame ni shindaAku hidup dengan menanggung nyawaku sendiriTapi mati demi hidupmuTangannya bergetar saat melipat kembali surat itu Matanya basah tapi ia tidak menangis Tidak semu