Cuplikan Chapter ini
Senara menunduk pipinya masih basah Ia tahu mereka menatapnya Menilai Menghakimi Tapi ia tidak mampu menjawab satu punUwe Lami mendekat meletakkan tangan hangat di punggungnya Duduklah anakku Kau lelah Di sini kau amanSenara menurut duduk di tikar panjang Tubuhnya lunglai matanya hanya bisa mencari-cari arah pondok hutan di kejauhan meski dinding kayu menghalangiMalam itu ia tidak tidur Ia hanya menggenggam perutnya erat berbisik lirih Ayahmu ada di dekat kita jangan