Cuplikan Chapter ini
Langit sudah menghitam sempurna Kabut tipis mengendap di antara pepohonan menyelimuti tanah becek bekas hujan sore tadi membuat udara terasa dingin menusuk tulangRenji berjalan pelan tangan kirinya menggenggam lampu minyak kecil yang redup sedangkan tangan kanan bertumpu pada gagang pedang pendek yang tergantung di pinggangnya Matanya awas memindai setiap bayangan setiap bisikan anginIa sedang berpatroli malam atau begitulah laporan yang ia sampaikan kepada Souta Tapi kenyataannya