Cuplikan Chapter ini
Renji tersenyum mengerti Dengan gerak hati-hati mereka berdua merangkak turun dari ranjang seperti mata-mata di malam hari Renji memimpin menarik Senara ke sudut yang lebih tersembunyi Suara tawa geli Senara tertahan saat kakinya tersandung selimut Renji sigap menahan mendekapnya eratMisi ini lebih sulit dari melarikan diri di markas musuh bisik Renji di telinganya napasnya hangat di kulit SenaraSenara terkikik lalu membalas ciuman Renji dengan berani seolah ingin menebus w