Cuplikan Chapter ini
Kak Senara Kak Senara sudah sakit perut dari tadi subuh darahnya keluar banyak Bayinya bayinya mau lahir Cepat SenseiBambu di tangan Renji jatuhSatu detik ia terpaku dan di detik berikutnya kakinya sudah berlari tanpa pikir panjangLukas masih memanggil dari belakang tapi suara itu tertelan oleh degup jantung yang menggema di telinganya sendiriJalan setapak dari tanah liat itu terasa lebih panjang dari biasanya Setiap langkah seperti menamparkan rasa takut ke dada Tujuh bulan