Cuplikan Chapter ini
Obor-obor bergoyang di tepi jalan kampung nyalanya meliuk ditiup angin malam Beberapa warga berkerumun wajah mereka tegang menatap ke arah hutan yang gelap Anak-anak digendong erat perempuan menggenggam tangan suami mereka dan doa lirih terdengar dari mulut para tetuaSenara duduk meringkuk matanya bengkak karena menangis dan kurang tidur Ia tidak beranjak sejak Renji pergi Lukas duduk berjongkok mandau di sisi wajahnya lelah namun waspadaTiba-tiba dua bayangan muncul dari kegel