Cuplikan Chapter ini
Mata Sariya berbinar oleh air mata yang tak mengalir Bibirnya yang pecah-pecah seolah tersenyum tipis Sebuah senyum yang seolah berkata Aku mencintaimu Bang Zaffar aku pergi dulu Aku menunggumuMuzaffar menggigil Seluruh tubuhnya bergetar tak terkendali Ia ingin menjerit ingin meronta ingin meraih Sariya memeluknya untuk yang terakhir kali Tapi ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan nafas tercekat Air mata tak bisa ditahan Bukan karena takut Tapi karena kenyataan Ia