Cuplikan Chapter ini
Udara di dalam rumah mendadak bekuSenara tersentak Jantungnya berdegup kencang Ia ingin menyangkal tapi kata-katanya tertahan di tenggorokanWajah Muzaffar berubah seketika Kemarahan menyapu kelegaan di matanya Kedua tangannya mengepal nafasnya memburu dada naik turun dengan gemetar yang tidak bisa ia sembunyikanApa kau yakin suaranya serak seperti ada duri yang menggores tenggorokanBidan Tuwe mengangguk lirih Dua bulan mungkin lebihSenara menutup wajah dengan kedua telapak ta