Cuplikan Chapter ini
Aku tahu Senara ucap Uwe Lami perlahan seakan bisa membaca pikirannya Malam itu kau pergi diam-diam Dengan bantuan tiga bocah nakal itu kanJantung Senara berhenti sejenak Tubuhnya kakuUwe Uwe tahu suaranya tercekatUwe Lami tidak menjawab dengan kata Beliau hanya tersenyum tipis senyum yang entah bagaimana membuat air mata Senara hampir pecah Bukan senyum mengejek bukan juga marah Senyum itu justru penuh pemahamanTubuhku sudah tua tapi mata batin ini belum buta