Cuplikan Chapter ini
Salim mulai mengikuti dari kejauhan Tak berani terlalu dekat ia mengambil jalur memutar di antara semak-semak dan sempadan sungai kecil Sepatunya basah celananya kotor oleh lumpur tapi ia tak peduli Ada sesuatu yang menggantung di dalam dadanyarasa ingin tahu yang bercampur dengan perasaan posesif dan dendam kecil yang belum terbalaskanSelama ini Senara tak pernah memandangnya lebih dari sekadar penjaga lumbung desa Bahkan ketika ia membawakan beras terbaik untuk keluarga Muzaffar