Cuplikan Chapter ini
Matahari siang itu menggantung tepat di atas kepala ketika Senara memasuki halaman rumah tetua desa dengan langkah berat Di sisi kirinya Haruki berjalan sambil menggenggam ujung kain ibunya Di belakang mereka Lukas Jau dan Ero berdiri tegak seperti tiga penjaga yang tak akan goyah oleh apa punDi dalam rumah panjang itu suasana hening menyambut mereka Uwe Lami dan Apa Bujang duduk di tengah ruangan dikelilingi beberapa warga yang kebetulan sedang singgah Ketika Senara membungkuk