Cuplikan Chapter ini
Senara menarik napas panjang Senyum tipis yang getir tersungging di bibirnya yang keringDan itu awal kehidupan kami di Pontianak Di sini katanya pelanZalya yang duduk di karpet memeluk lututnya sendiri mengangguk penasaranAwal-awalnya susah ya tanya ZalyaSenara tertawa kecil Susah sekali Kau pikir Obaa-chan-mu selalu setenang ini Dulu aku sering menangis sambil menggendong Minami sambil mikir besok makan apa Bayangkan aku harus membesarkan dua anak sendiri sambil men