Cuplikan Chapter ini
Waktu terus berlaluHaruki tumbuh mulai lincah berlari memanggil nama ayahnya dan bicara dengan suara belum jelas Pondok kecil itu kini lebih ramai karena murid-murid Renji sering datang membawa bahan ukiran atau hasil panen untuk dibarter Hidup sederhana tapi penuh artiKehidupan perlahan kembali seperti biasa Pondok itu kembali ramai bukan oleh suara prajurit atau senjata melainkan oleh tawa anak-anak muda yang datang belajar dari Renji Ia mengajari mereka bertahan bekerja berp