Cuplikan Chapter ini
Renji menggeleng suaranya pecahKalau aku pergi tak ada bedanya dengan mati dieksekusi Nii-sanSouta menunduk kedua tangannya saling menggenggam eratKalau kau tetap tinggal mereka yang akan mati perlahan RenjiKata-kata itu menancap seperti pisauRenji terdiam Di matanya terpantul cahaya lampu mobil yang bergetar di jalan berlumpurSouta melanjutkan dengan suara yang nyaris pelanDunia pascaperang bukan tempat yang aman Renji Hari ini mereka memuja pahlawan besok mereka men