Cuplikan Chapter ini
Seorang lelaki tua maju satu langkah wajahnya pucat Mana bisa begitu Tuan Kami tidak punya banyak beras untuk diberikan Kami akan kelaparanReaksi tentara Jepang itu datang dengan cepat dan brutal Pemimpin itu mengangkat sepatu botnya dan menendang tumpukan kendi air di dekatnya Kendi-kendi itu pecah berkeping-keping air membasahi tanah menciptakan suara yang memekakkan telingaDiam teriak pemimpin itu dalam bahasa Jepang diterjemahkan oleh juru bahasa yang kini gemetar ketak