Cuplikan Chapter ini
Malam itu setelah Senara pulang Renji duduk di depan pondoknya sendirian Api kecil dari obor bambu menari-nari di depan mata Ia teringat wajah Senara tawa anak-anak desa suara para pemuda yang memanggilnya SenseiSemuanya terasa nyata Tapi di sudut hatinya masih ada bayangan samar lautan Jepang yang jauh kuil tempat ibunya dulu berdoa dan halaman rumah tua di Tokyo tempat salju musim dingin pernah jatuh di antara pohon sakura yang gundulRenji menatap langit gelap yang penuh bint