Cuplikan Chapter ini
Suara ombak menghantam lambung kapal seakan mengingatkanku bahwa jarak di antara kami bertambah setiap detik Aku menutup wajah dengan kedua tangan menahan sesak yang membuncah di dada menghafal setiap detail yang bisa kucuri dari kenangan Senyum samar yang lebih tegar daripada tangis Mata yang penuh keberanian meski dunia sedang runtuh Jemari mungil yang bisa menghentikan seorang prajurit dari menjadi mesin pembunuh dalam perangAku semalam bilang padanya kalau aku iri pada lelaki yan