Cuplikan Chapter ini
Setelah Komandan pergi aku berdiri sendiri di ruangan gelap itu menatap bilah katana-ku Hanya ada garis merah setipis benang di dekat pangkalAir laut dari angin pelabuhan mengeringkannya sebelum noda apa pun sempat menempelAku menatap pantulan wajahku di bilah itu dan membenci apa yang kulihatBilahnya tetap bersih tapi hidup seseorang sudah kucemari Ternyata lebih mudah menodai tubuhku daripada menodai hidup orang lainKakiku tiba-tiba melemasAku menahan tubuhku tangan menem