Cuplikan Chapter ini
Pagi itu hutan terasa lembap Embun masih menggantung di pucuk daun sementara matahari yang baru terbit hanya mampu menembus sedikit celah di antara pepohonan Renji sedang sibuk menata batu-batu di tepi sungai untuk mempermudah Senara mencuci pakaian Tiba-tiba Renji merasakan hawa dingin di tengkuknya Ia yang sudah terbiasa dengan sunyi hutan menangkap sesuatu yang lainsuara ranting patah langkah kaki lebih dari dua orang Naluri prajuritnya menegang Ia menoleh cepat ke arah SenaraS