Cuplikan Chapter ini
Pagi-pagi di pondok itu selalu dimulai dengan keheningan Hutan masih berkabut suara burung belum ramai dan dapur kayu tempat Senara menjerang air selalu jadi titik paling hangat satu-satunya Sejak Renji kembali ke Jepang hidup Senara berjalan seperti lembar kertas yang dipaksa kosong Tak ada lagi kehangatan yang dulu diisi oleh tawa dan suara RenjiSenara bertahan hidup Ia hanya bergerak demi Harukimenyiapkan makanan memandikan memastikan anak sulungnya itu tidak terlalu merasakan k