Cuplikan Chapter ini
Aku tidak pernah menyukai bunyi hujan Sejak perang setiap rintiknya hanya mengingatkanku pada suara darah yang menetes ke tanah Tapi pagi ini di dermaga kecil itu aku lebih membenci sunyi Karena sunyi berarti aku harus mendengar hatiku sendiri hancur pelan-pelanAku berdiri di papan kayu basah jariku gemetar menahan dinginatau mungkin bukan dingin tapi rasa takut kehilangan Souta Nii-san di belakangku wajahnya keras seperti baja tapi aku tahu ia pun sedang menahan banyak hal Namu