Cuplikan Chapter ini
Malam itu hujan turun lagiHujan yang sama seperti hari pertama mereka bertemu seperti takdir yang terus berulang Pondok bekas pemburu itu menjadi saksi dua tubuh yang menggigil terjebak dalam basah dan dingin yang menusuk tulangRenji duduk bersandar di sudut bilik menatap kosong ke celah bambu yang meneteskan air Bajunya setengah kering rambutnya masih meneteskan sisa hujan yang baru saja menghantam mereka dalam perjalanan pulang Di dekatnya Senara meringkuk tubuhnya gemetar kecil