Cuplikan Chapter ini
Suara burung-burung hutan bersahutan dari kejauhan bersatu dengan desir angin yang menyapu dedaunan dan ranting kering Renji baru saja kembali dari sisi barat bukit membawa seikat kayu bakar di bahunya Ia menunduk sejenak di samping pondok kecil mereka yang tersembunyi di balik semak dan pepohonan Namun sebelum ia sempat menaruh kayu-kayu itu sebuah jeritan terdengar dari dalam gubukNara-chanNada cemas sontak menyeruak dari bibirnya Ia menjatuhkan kayu bakar itu menarik katana-nya