Cuplikan Chapter ini
Mereka terus berjalan Cahaya matahari makin redup berganti dengan bayangan senja Suara hutan perlahan kembali muncul Burung yang bersahutan serangga yang berdengung dedaunan yang bergoyang Tapi rombongan itu tetap hening seakan masing-masing larut dalam pikiran sendiriDi kepala Renji bayangan tusukan jeritan dan darah tadi masih jelas Tangannya sendiri seolah masih merasakan hangatnya darah musuh yang ia bunuh Ia tidak pernah ingin Senara melihatnya seperti itumonster yang terb