Cuplikan Chapter ini
Zalya memeluk buku catatannya erat-erat seolah meredam gemuruh di dadanya yang terasa ingin pecah Air mata yang sejak tadi ia tahan kini tumpah ruah mengalir deras membasahi pipi membasahi ujung rambutnya yang menempel Ia bahkan tidak menyadari napasnya sendiri tersengal dadanya terasa sesak seolah udara di sekelilingnya menipisIa mendongak menatap wajah eyangnya yang kini hanya diam dengan sorot mata kosong menerawang Wajah itu meskipun keriput dimakan usia tetap memancarkan kes