Cuplikan Chapter ini
Embun masih menempel di dedaunan Udara lembap dan sejuk mengalir masuk lewat jendela bambu yang setengah terbuka Suara ayam jantan dari kejauhan menyatu dengan desiran angin yang lembut menandai pagi yang damai setelah hari-hari panjang penuh doaRenji masih terlelap di samping dipan Kepalanya bersandar di ujung kasur tangan kanannya masih menggenggam jari Senara seolah takut kehilangan lagi kalau terlepasCahaya pagi perlahan menyusup ke wajahnya yang tenanglelaki itu tampak lebih mud