Cuplikan Chapter ini
Begitu sampai di luar angin malam menghantam wajah mereka Suara jangkrik menyambut dari segala arah Renji membawa Senara menyusuri lorong kayu di belakang barak Setiap langkah mereka seperti mencuri waktu dari mautSampai di kamarnya Renji menurunkan Senara pelanTubuh perempuan itu mulai gemetar hebat Tangannya menutup wajah dan suara tangis akhirnya pecah dari sela-sela jemari Bukan tangis kencang tapi rapuh Seperti tubuh yang akhirnya menyerahRenji berlutut di depannya Tak berk