Cuplikan Chapter ini
Nara kemari sebentar panggil Muzaffar Suaranya pelan tapi terdengar tegas seperti batu yang dijatuhkan pelan namun menimbulkan riak di permukaan airSenara melangkah mendekat menatap wajah kakaknya yang keras dan murung Di samping Muzaffar Sariya duduk diam dengan sorot mata yang sama gelapnya Ini bukan pertemuan biasa Firasat buruk langsung menyelimuti dada SenaraAda apa Bang tanyanya mencoba menenangkan diri meskipun jemarinya tanpa sadar meremas ujung kain bajunyaMuzaf