Cuplikan Chapter ini
Malam di kamar tidur Senara terasa dingin jauh lebih dingin daripada udara di luar Ruangan itu kini dipenuhi aroma kayu tua debu kenangan dan tangis yang tertahanSenara tua memejamkan mata Butiran air mata mengalir perlahan meninggalkan jejak basah di pipinya yang keriput Ia membuka mata menatap langit-langit seolah mencari bayangan yang menghilang 70 tahun silamItu terakhir kali aku melihatnya ucapnya parau Kami berpisah dengan air mata Setelah itu tak pernah ada kabar ya