Cuplikan Chapter ini
Matahari sore di lereng Gunung Merbabu menyemburkan bias cahaya keemasan yang hangat dan lembut menembus celah-celah dedaunan pohon mangga di halaman rumah kayu yang kini berdiri semakin kokoh dan asri Udara pegunungan beraroma tanah basah sehabis gerimis wangi khas embun senja dan harumnya bunga melati putih yang mekar di pekarangan menggantung damai di sekeliling teras Di atas amben bambu tua yang beralaskan tikar pandan bersih Aryo duduk bersandar santai sambil memangku seorang balit