Cuplikan Chapter ini
Malam hari perlahan merayap turun di lereng bukit selatan menyapukan selimut kelam berbintang ke atas rimbunnya perkebunan kopi yang membentang luas Di teras belakang rumah panggung kayu milik orang tua Raina lampu teplok antik memancarkan cahaya kuning temaram yang berpendar lembut menciptakan bayangan panjang di dinding kayu Suasana di sekitar rumah terasa begitu sunyi dan damai jauh dari hiruk-pikuk bising kendaraan bermotor atau deru mesin pabrik di ibu kota yang dulu sempat menguru