Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi di lereng Gunung Merbabu menyemburkan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah dedaunan pohon mangga di halaman rumah kayu memantulkan bayangan panjang di atas lantai teras yang bersih Udara pegunungan beraroma tanah basah sehabis hujan semalam wangi khas embun pagi dan harumnya rebusan daun teh melati menggantung lembut di udara menciptakan suasana yang begitu damai setelah berbulan-bulan diselimuti ketegangan sengketa agraria dan ancaman audit hukum perkebunan swast