Cuplikan Chapter ini
Matahari sore menyemburkan bias jingga keemasan yang menembus celah dedaunan pohon mangga di pekarangan rumah memantulkan bayangan panjang di atas tanah berumput basah Udara desa beraroma tanah sehabis hujan dan wangi basah jerami menggantung lembut di teras rumah kayu berukuran sedang milik keluarga Aryo Di sudut amben bambu yang beralaskan tikar pandan Aryo duduk bersandar pada tiang kayu kedua kakinya diluruskan sambil memegang sebuah buku catatan kecil berwarna biru tua Di hadapanny