Cuplikan Chapter ini
Matahari sore merayap turun perlahan di balik punggung bukit kapur membiaskan cahaya jingga kemerahan yang menembus celah-celah jendela kaca perpustakaan kecil markas teater dengan lembut Udara sore hari itu terasa begitu sunyi dan damai membawa serta aroma harum kertas tua debu kayu jati dan wangi teh melati yang mengepul tipis dari cangkir di atas meja Di dalam ruangan berukuran sedang yang dipenuhi rak-rak buku naskah kuno tersebut Aryo dan Raina duduk bersila di atas permadani wol