Cuplikan Chapter ini
Matahari baru saja merayap naik setinggi tiang bendera di halaman samping stasiun kereta menyiramkan cahaya putih kekuningan yang menyengat ke atas deretan gerbong besi yang berderit lelah Pukul 0915 WIB pagi itu udara Kota Solo terasa lengket oleh uap panas aspal dan debu jalanan yang beterbangan ditiup angin kemarau Di bawah naungan kanopi peron stasiun yang berkarat Aryo berdiri termangu sambil memeluk erat tali tas ransel lusuhnya yang sudah tampak kusam dimakan usiaBaru sampai Yo