Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi di Kota Solo bersinar terang menyapu sisa-sisa embun yang masih menempel di ujung-ujung daun melati di pekarangan rumah Raina Pukul 0830 WIB udara terasa segar dan hangat membawa angin sepoi-sepoi yang menggerakkan tirai putih jendela kamar tamu Di teras depan yang berlantaikan tegel bersih berwarna hijau pudar Aryo duduk di kursi rotan tua sambil memandangi cangkir porselen berisi teh manis yang mengepulkan uap tipis ke udaraSudah diminum tehnya Yo Nanti keburu dingin