Cuplikan Chapter ini
Matahari pagi di lereng Gunung Merbabu menyemburkan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah dedaunan pohon kopi memantulkan bayangan panjang di atas halaman rumah kayu berukuran sedang milik keluarga Raina Udara desa beraroma tanah basah embun pagi yang segar dan wangi daun teh menggantung lembut di teras menciptakan suasana yang begitu damai setelah berhari-hari diselimuti ketegangan hukum dan dilema penugasan ibu kota Di sudut amben bambu yang beralaskan tikar pandan Aryo dudu