Cuplikan Chapter ini
Deru mesin cetak offset berukuran raksasa mengguncang lantai beton pabrik tekstil dan garmen tempat Aryo bekerja setiap harinya Pukul tujuh pagi pas peluit panjang bernada melengking memecah udara pagi kawasan industri pinggiran kota menandakan gerbang baja pabrik telah ditutup rapat Aryo berdiri di antara puluhan buruh kontrak lainnya di barisan absensi sidik jari mengenakan seragam abu-abu kusam yang sudah berbau peluh dan oli mesin Udara di dalam ruang produksi terasa pengap dan pana