Cuplikan Chapter ini
Embun pagi yang pekat masih menempel di ujung-ujung daun talas di pekarangan belakang ketika bus malam kelas eksekutif yang membawa Aryo melambat di persimpangan jalan desa lereng Merbabu Udara dingin pegunungan langsung menghantam kulit wajahnya begitu ia menuruni tangga bus di pangkalan ojek dusun membawa aroma khas tanah basah jerami kering dan wangi getah pinus yang sangat dirindukan Langit fajar baru saja menyemburkan garis tipis berwarna jingga keemasan di balik punggung Gunung Mer