Cuplikan Chapter ini
Langit Jakarta sore itu berubah warna secara drastis dari kelabu terang menjadi gelap pekat kehitaman dalam hitungan menit Awan kumulonimbus menggantung rendah di atas atap-atap seng kawasan Menteng Tenggulun seolah menindih kota metropolitan ini dengan beban berton-ton air yang siap tumpah kapan saja Udara terasa begitu lembap dan pengap membuat kulit terasa lengket oleh keringat sisa aktivitas seharianDi dalam kamar kosnya yang sempit berukuran dua setengah kali dua meter Aryo duduk